Senin, 22 Agustus 2011

Si Wanita Itu...

Si Wanita Itu sering berkata bahwa dirinya tidak berguna, tidak sempurna, rapuh, munafik. Tapi pernah di suatu waktu yang berbeda Si Wanita Itu berkata bahwa dirinya dapat dengan mudahnya bisa menaklukan dunia. Si Wanita Itu sering sekali berpura-pura tersenyum, seolah-olah terlihat betapa dahsyatnya Si Wanita Itu bahagia. Sampai terkadang Si Wanita Itu tidak tau bagaimana caranya membuat simpul dengan indah di wajahnya sendiri yang seirama dengan suasana hatinya.
Si Wanita Itu merasakan apa yang namanya lelah, kecewa, dan marah. Tapi Si Wanita Itu berkata bahwa itu cuma sebagian kecil kesedihan dalam cerita hidupnya, itu berarti masih ada sebagian besar kebahagian menanti suatu saat. Karena Si Wanita Itu percaya bahwa sesungguhnya sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan.
Si Wanita Itu tidak sempurna. Karena kehidupan ini juga tidak diberikan Tuhan dalam paket yang sempurna. Walaupun begitu, Si Wanita Itu percaya bahwa tidak ada satu makhluk pun di dunia ini yang diciptakan Tuhan sia-sia. Si Wanita Itu takut akan badai, petir, kilat. Si Wanita Itu menangis mencari dimana hilangnya matahari. Rupa-rupanya Tuhan hendak beri Si Wanita Itu Pelangi. Si Wanita Itu percaya sekali akan datangnya sebuah keajaiban.

Si Wanita Itu hanyalah wanita biasa di planet ini yang merasa tidak ada yang spesial dari dirinya.. Seburuk apa pun dirinya, Si Wanita Itu sadar bahwa cuma ada satu dia di dunia ini. Baginya mutlak tidak ada alasan ingin menjadi orang lain walau seburuk dan sepayah apa pun diri Si Wanita Itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar