Senin, 28 November 2011

R E T A K

Ternyata begini rasanya retak
Ternyata begini rasanya rapuh
Tapi getaran di hatiku yang hampir pecah mencoba kuat walau sesaat
Perasaan yang sungguh teramat dalam

Kau bilang cukup
Tidak bagiku
Kau diam, tidak berbuat apa - apa
Ketika sakit sedikit demi sedikit mencapai puncaknya
Aku pun ikut terdiam
Tak bisa berkata - kata lagi

Sampai pada akhirnya kau lebih memilih singgah pada hati yang baru
Kau lebih memilih membiarkan aku menyimpan luka ini sendirian
Kau bilang aku kuat
Dengan genggaman kecil sembari mengecup dahi ini untuk terakhir kalinya

Ternyata begini rasanya retak
Ternyata aku hanya dianggap biasa saja, bukan yang teristimewa
Dan itu menjadi senja yang teramat ku benci

Jumat, 18 November 2011

Aku benci ini !

"  ..Aku begini karena aku paham
Aku merasa banyak hal ke kamu.. "

Terdiam
Duduk di sudut kamar
Sedang tidak ingin berteriak
Sedang tidak ingin menjerit
Hanya ingin sendiri
Menikmati rasa perih ini yang sungguh tak ingin kubagi dengan siapa pun
Bahkan kepada laba - laba kecil yang sibuk membuat jaring dipojokan ketika itu

November 2011, 11:30 PM
Masih Terdiam
Masih di sudut kamar
Sedang tidak ingin tertawa
Sedang tidak ingin tersenyum
Aku ingin marah
Jujur.. aku kecewa
Aku begini karena aku sadar
Aku begini karena aku paham
Aku merasa banyak hal ke kamu

Aku sedang tidak ingin serumit ini sebenarnya
Tapi aku selalu terjebak dalam situasi yang tidak kuinginkan sama sekali dalam hidupku
Aku benci ini !
Aku benci dia !
Aku benci mereka !
Aku benci ketika akhirnya aku tau ada yang menggenang di pelupuk mataku,
Mengalir pelan namun pasti membasahi pipi, dan juga bibirku
Berulang kali aku bilang cukup dan sudah untuk sebuah bulir yang sungguh tidak kusukai !

Malam itu aku mengaduh kepadaNYA,
Nyaris tanpa suara
Karena pedihnya luar biasa
Dan tanpa seorang pun yang tau
Tapi Tuhan tau seberapa dalamnya perasaanku malam itu

Aku bersyukur pada malam itu setidaknya aku masih di sini
Dan belum mati
Dan mungkin akan tetap seperti ini